Sofa termasuk perabot yang paling sering dipakai di rumah. Diduduki setiap hari, kena keringat, debu, tumpahan minuman, sampai cakaran hewan peliharaan. Tanpa perawatan, kain cepat kusam, kulit retak, dan busa kempis dalam beberapa tahun. Kabar baiknya, sebagian besar kerusakan itu bisa dicegah dengan kebiasaan sederhana.
1. Vakum sofa minimal seminggu sekali
Debu dan remah makanan yang menumpuk di sela dudukan bekerja seperti amplas halus: lama-lama mengikis serat kain. Gunakan vacuum cleaner dengan kepala sikat lembut, sedot bagian dudukan, sandaran, lengan, dan celah-celah di antaranya. Untuk sofa kulit, cukup lap dengan kain mikrofiber kering.
2. Bolak-balik dan putar bantal dudukan
Kalau bantal dudukan bisa dilepas, balik dan tukar posisinya setiap satu sampai dua minggu. Cara ini membuat busa tertekan merata sehingga tidak ada satu titik yang cepat kempis atau melesak.
3. Atasi noda secepatnya, jangan digosok
Begitu ada tumpahan, serap dengan kain bersih atau tisu dengan cara ditekan-tekan, bukan digosok. Menggosok justru mendorong cairan masuk ke busa dan melebarkan noda.
Sofa kain: bersihkan dengan air hangat dan sedikit sabun lembut, lalu tepuk dengan kain lembap dan biarkan kering di tempat teduh.
Sofa kulit: lap dengan kain lembap yang diperas kering, hindari air berlebihan.
Sofa beludru: tepuk perlahan searah bulu kain agar teksturnya tidak rusak.
Sebelum memakai cairan pembersih apa pun, coba dulu di bagian yang tidak terlihat, misalnya bagian belakang atau bawah sofa.
4. Jauhkan dari sinar matahari langsung
Sinar matahari membuat warna kain memudar dan kulit kering lalu retak. Kalau posisi sofa dekat jendela, pasang tirai atau vitrase, atau geser sofa sedikit menjauh dari jalur sinar matahari siang.
5. Rawat sofa kulit dengan kondisioner
Kulit, baik kulit asli maupun kulit sintetis berkualitas, butuh kelembapan agar tetap lentur. Oleskan kondisioner atau pelembap khusus kulit setiap tiga sampai enam bulan. Hindari pembersih berbahan alkohol atau pemutih karena membuat permukaan kulit cepat mengelupas.
6. Jaga dari hewan peliharaan dan benda tajam
Cakaran kucing atau anjing adalah penyebab umum kain dan kulit sofa sobek. Sediakan tempat garuk untuk hewan, pasang penutup sofa, atau pilih bahan yang lebih tahan, seperti beludru licin yang bulu hewan tidak mudah menempel. Hati-hati juga dengan ikat pinggang, kunci di saku, atau mainan anak yang tajam.
7. Jangan duduk di lengan atau melompat di atas sofa
Lengan dan sandaran sofa tidak dirancang menahan beban berat. Kebiasaan duduk di lengan sofa atau anak-anak melompat di dudukan bisa membuat rangka goyang dan per cepat jebol.
8. Atur sirkulasi udara ruangan
Ruangan yang lembap memicu jamur dan bau apek pada sofa, terutama sofa kain. Buka jendela secara berkala atau gunakan kipas agar udara bergerak, dan hindari meletakkan sofa terlalu rapat ke dinding yang lembap.
Tanda sofa perlu diservice
Perawatan rutin memperpanjang umur sofa, tetapi ada kerusakan yang tidak bisa diatasi sendiri. Pertimbangkan service kalau Anda menemukan:
• Busa kempis atau dudukan terasa melesak meski bantal sudah dibalik.
• Kulit retak, mengelupas, atau kain sobek dan pudar.
• Rangka berderit, goyang, atau per terasa menonjol.
• Jahitan lepas di beberapa bagian.
Untuk sofa yang rangkanya masih kokoh, mengganti kulit, kain, atau busa sering kali jauh lebih hemat dibanding membeli sofa baru, dan Anda bisa memilih bahan serta warna baru sesuai selera.
Butuh service sofa di Jabodetabek?
Krisna Dewi Sofa melayani ganti kulit, ganti kain, ganti busa, perbaikan rangka, hingga rubah model sofa. Kirim foto sofa Anda via WhatsApp, tim kami bantu cek kondisinya dan memberi penawaran.
Kirim foto sofa via WhatsApp